by

Bimbingan Teknis PELVI angkatan II, Direktorat Keswan dan BBPKH Cinagara lanjutkan kolaborasi apik di tahun 2020

MARGOPOST.COM | Bogor – Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Epidemiologi Lapangan Veteriner Indonesia (PELVI) angkatan kedua kembali diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yang berkolaborasi dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Food and Agriculture Organization of United Nations (FAO), United States Agency for International Development (USAID) dan ALERTAsia Foundation. Salah satu materi inti yang dilakukan peserta bimtek yang terdiri dari perwakilan dokter hewan dari 9 Dinas Provinsi yang membidangi Peternakan dan Kesehatan Hewan, 10 Balai Veteriner seluruh Indonesia, dan 1 Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara adalah melakukan Praktek Lapang Investigasi Outbreak Antraks di Kabupaten Kulon Progo dan Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Menguasai teknik dalam pengambilan data melalui kegiatan investigasi wabah merupakan salah satu syarat untuk menjadi seorang epidemiolog lapangan yang hebat. Pengambilan data yang tepat akan menghasilkan analisa data akurat, untuk kemudian menghasilkan rekomendasi yang langsung dapat diaplikasikan di lapangan” Ujar drh. Farissa Romadhiyati, salah satu peserta bimtek berasal dari BBPKH Cinagara. Selama empat hari, seluruh peserta turun ke Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo untuk melakukan investigasi pada wabah antraks yang terjadi pada tahun 2019 dan awal 2020. “Hasil investigasi kami kembalikan kepada masyarakat dan dinas terkait” tambah Farissa.

Selain kegiatan investigasi wabah ke lapangan, peserta juga melaksanakan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat dusun tempat dilakukannya investigasi. “Penyuluhan yang kami lakukan bertujuan untuk memberikan informasi tepat mengenai antraks sehingga diharapkan masyarakat memiliki kewaspadaan dalam pengendalian antraks baik untuk hewan ternak maupun untuk dirinya”. Tutup Farissa.
Antraks merupakan penyakit hewan yang dapat menular dari manusia ke hewan (zoonosis) yang disebabkan oleh bakteri. Gejala khas antraks pada hewan adalah kematian yang mendadak yang disertai keluarnya darah yang tidak dapat membeku dan berwarna hitam dari lubang tubuh. Antraks berbahaya karena spora bakteri penyebabnya dapat bertahan hidup hingga puluhan tahun di alam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed