by

Program Kampus Sehat, Strategi Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

MARGOPOST.COM  |   PADANG – Setelah menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kampus Sehat dengan beberapa perguruan tinggi di daerah lain, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menjalin kerja sama dengan Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat, Senin (04/11/2019).

Kerja sama ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman bersama dan perjanjian kerja sama program Kampus Sehat antara Kementerian Kesehatan dengan Universitas Andalas, serta peluncuran Kampus Sehat di Universitas Andalas, Padang.

Di Indonesia saat ini terdapat kurang lebih 4.500 perguruan tinggi yang mengelola sekitar 7,5 juta mahasiswa dan sekitar 400 ribu orang dosen. Pada tahun 1998, WHO mengenalkan konsep Health Promoting University yang merupakan salah satu upaya promosi kesehatan berbasis lingkungan yang menerapkan pendekatan sosio-ekologis.

“Intelektual muda tidak hanya didorong untuk berpikir strategis tapi juga didorong dengan tubuh yang sehat,” ungkap Dirjen Anung Sugihantono.

Melihat manfaat dari dikembangkannya konsep Healthy University, Kementerian Kesehatan membuat terobosan untuk optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit pada kelompok usia produktif di lingkungan perguruan tinggi yang disebut dengan Program Kampus Sehat.

Program Kampus Sehat dipilih sebagai strategi untuk melaksanakan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di lingkungan Kampus. Perguruan tinggi sebagai wadah pendidikan generasi muda dan juga tempat berkumpulnya kelompok usia produktif.

“Hal ini sangat potensial membentuk agent of change bagi sektor kesehatan untuk berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ucap Dirjen Anung lagi.

Pelaksanaan Kampus Sehat memiliki tiga pilar yang dapat dilakukan perguruan tinggi untuk membantu terselenggaranya program ini, yaitu : 1. Membangun kebijakan yang pro kesehatan, contohnya agar mahasiswa mau beraktivitas fisik, tempat parkir kendaraan dibuat agak jauh lokasinya agar para mahasiswa bisa berjalan kaki lebih jauh; 2. Menyediakan fasilitasi pelayanan kesehatan yang komperhensif, maksudnya adalah pelayanan yang  tidak hanya berfokus melayani keluhan karena sakit, tetapi juga mampu mengenali gejala atau penyakit sejak dini, seperti mengukur berat badan, lingkar pinggang, tensi, dan lainnya; dan 3. Mengupayakan sesuatu yang berkaitan dengan perubahan-perubahan perilaku pada mahasiswa, dosen, dan para staf di universitas.

Saat ini Program Kampus Sehat masih dalam tahap uji coba, yang akan dilaksanakan di 4 Universitas yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Negeri 11 Maret, dan Majelis PP Dikti Muhamadiyah.

“Saya merasa bangga Unand menjadi salah satu dari empat Universitas yang dijadikan pilot project dari program Kampus Sehat, karena saya sadar masalah kesehatan adalah masalah kita semua,” ujar Rektor I Universitas Andalas Profesor Tafdil Husni.

Direncanakan pada tahun 2020, program Kampus Sehat akan diperluas ke lima kampus lainnya yang nantinya program ini akan dijadikan program nasional dan selanjutnya ditawarkan ke Kemendikbud dan dikti sebagai salah satu penilaian akreditasi Perguruan Tinggi.(kes)

loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed