by

Perkuat Kapasitas Teknologi Informasi Penyuluh Pertanian, BBP2TP adakan Bimtek di BBPKH Cinagara

MARGOPOST.COM | Bogor – Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menciptakan peluang untuk meningkatkan dan mempercepat penyebaran dan penyampaian sistem informasi dan inovasi pertanian. Sehubungan dengan hal tersebut, peningkatan kapasitas penyuluh sangat penting hal ini untuk mendukung kemajuan teknologi pertanian

Untuk itu, pada Kamis, 11 April 2019, Balai Besar Pengkajian bekerjasama dengan The Asian Food and Agriculture Cooperation in Initiative (AFACI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyuluh Pertanian, dengan tema: “Peningkatan Kapasitas Penyuluh Berbasis Teknologi Informasi” di Aula Rajawali, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH), Cinagara, Kab. Bogor. Kegiatan Bimtek diikuti oleh sekitar 35 orang penyuluh pertanian lapangan yang berasal dari di lima wilayah kerja yaitu Cianjur, Depok, Kota Bogor, Kab. Bogor, dan Sukabumi.

Mewakili Kepala BB Pengkajian, Kepala BBPKH, drh. Wisnu Wasisa Putra MP., dalam arahannya menyampaikan bahwa salah satu tantangan dalam penyebaran informasi dan inovasi pertanian adalah rendah dan lambatnya tingkat adopsi khususnya di tingkat petani. “Penyuluhan di Indonesia menemui kesulitan dalam implementasi TIK karena kurangnya kapasitas dan keterampilan, karena itu, BBP2TP berperan serta dalam kegiatan Agricultural Technology Information Networking (ATIN) memiliki kepedulian untuk mengatasi kendala-kendala ini karena keberhasilan diseminasi akan membawa dampak adopsi yang signifikan di tingkat petani.” ungkapnya.

Drs. Mulyono Hadi, Kepala Seksi Kerja Sama BBP2TP, selaku wakil dari panitia penyelenggara, menjelaskan tujuan diselenggarakannya Bimtek ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman penyuluh dalam penyampaian informasi dan inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI); serta untuk mendapatkan umpan balik dalam penerapan teknologi informasi.

Hadir sebagai nara sumber dalam acara ini antara lain:
1. Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si., Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian, dengan judul materi Peran Penyuluh Pertanian dalam Menghadapi Tantangan Pembangunan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0;
2. Bapak Dani Medionovianto, S.Pt., Penyuluh Pertanian BBP2TP, dengan materi Pemanfaatan TIK untuk Penyuluh serta Praktek Membuat Video Pendek melalui Handphone;
3. Dr. Ir. Yayan Apriyana, M.Sc., Peneliti Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, dengan materi Penggunaan Kalender Tanam (KATAM) sebagai TIK Bidang Pertanian;
4. Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc., Peneliti Hidrologi dan Konservasi Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dengan materi Layanan Konsultasi Padi (LKP);
5. Ir. Tonny K. Moekasan, Peneliti Balai Penelitian Tanaman Sayuran, dengan judul materi My Agri (Aplikasi berbasis android mengenai budidaya tanaman sayuran untuk petani indonesia); serta
6. Drh. Atik Ratnawati, M. Biotech, Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner, yang membawakan materi Takesi (Teknologi Android Kesehatan Sapi)

Sistem penyuluhan pertanian yang berbasis Teknologi Informasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktifitas kerja penyuluh dan penyuluhan dalam pelayanan yang efisien, cepat mudah, akurat, murah, aman, terpadu, dan akuntabel.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed