by

Lima Tahun Belkaga Dijalankan Telah Bebaskan 38 Daerah dari Penyakit Kaki Gajah

MARGOPOST.COM | MALAKA – Penyakit kaki gajah masih menjadi wabah endemis (Filariasis) di kawasan Indonesia Timur khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Untuk itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTT Ben Polo Maing, Bupati Malaka Stef Bira Seran, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono, para Bupati/Walikota penerima penghargaan menghadiri Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (04/10/2019).

Kedatangan rombongan Menkes disambut oleh tarian adat dan dilanjutkan dengan tradisi tapak kaki tanda sudah sampainya di Kabupaten Malaka. Hasil tapak kaki ini akan menjadi simbol di Taman Kesehatan Malaka.

Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang diperingati setiap Oktober, tahun ini mengangkat tema “Keluarga Indonesia Bebas Kaki Gajah”. Peringatan Belkaga dilaksanakan terintegrasi dengan program pengendalian malaria yang melibatkan lebih dari 2.000 anak sekolah SD, SMP dan SMA serta diikuti pula oleh 2.500 warga setempat. Keterlibatan banyak pihak, dimaksudkan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam edukasi penyakit Kaki Gajah.

Tahun 2019 ini merupakan tahun ke-5 pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di daerah endemis. Selanjutnya akan tetap dilaksanakan evaluasi terhadap daerah yang sudah tersertifikasi Eliminasi Kaki Gajah.

“Momen ini untuk menguatkan komitmen dan semangat masyarakat akan pentingnya semangat sehat, mandiri, dalam mewujudkan kesehatan masyarakat setinggi-tingginya,” kata Sekda Provinsi NTT Ben Polo Maing.

Provinsi Nusa Tenggara Timur dipilih sebagai tempat pencanangan Belkaga Ke-5 karena dari 22 kabupaten/kota di provinsi ini ada 18 kabupaten/kota yang endemis Filariasis. Sebanyak 14 kabupaten/kota di antaranya saat ini masih melaksanakan POPM Filariasis.

Pencanangan Belkaga ini sekaligus untuk memberikan penghargaan kepada 5 Bupati/Walikota yang akan menerima Sertifikat Eliminasi Filariasis dan 6 Bupati yang akan menerima Sertifikat Eliminasi Malaria.

Para Bupati/Walikota penerima Sertifikat Eliminasi Filariasis berasal dari Kota Tangerang Selatan (Banten); Kota Tangerang (Banten); Kota Serang (Banten); Kabupaten Pelalawan (Riau) dan Kabupaten Labuhan Batu (Sumatera Utara). Sedangkan Para Bupati penerima Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kabupaten Nagan Raya (Aceh); Kabupaten Bangka Tengah (Bangka Belitung); Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat); Kabupaten Mamasa (); Kabupaten Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah).

“Saya berharap agar eliminasi yang telah dicapai, baik untuk Filariasis maupun Malaria, tetap dijaga dan dipelihara dengan melakukan surveilans, pengendalian vektor dan upaya-upaya lain dengan sebaik-baiknya,” kata Menkes Nila Moeloek.

Setelah lima tahun digulirkan program Belkaga setidaknya telah membebaskan 38 kabupaten/kota di 19 provinsi dari penyakit kaki gajah. Dengan demikian, saat ini sebanyak 29,8 juta penduduk di kabupaten/kota tersebut tinggal di daerah yang sudah bebas penyakit kaki gajah.

Belkaga atau Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang ke-5 ini dilaksanakan di 118 kabupaten/ kota endemis Filariasis yang tersebar di 20 provinsi, termasuk 14 kabupaten kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menutup sambutannya, Menkes Nila sangat berharap muncul berbagai inovasi baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, sampai dengan Puskesmas, guna menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan kesehatan ke depan.(kes)/hdr.-

loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed