by

Kementerian Pertanian dan FAO Ectad Melakukan Pemantapan Kurikulum Program Epidemiologi Lapangan Veteriner Indonesia (PELVI) Tingkat Frontline

MARGOPOST.COM | Bogor – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terus mengingatkan  pentingnya peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian. Senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci penting kemajuan pertanian Indonesia. Pertemuan Kordinasi Pelatihan Program Evidemonologi Lapangan Veteriner Indonesia (PELVI) Tingkat Frontline dilaksanakan tanggal 07 – 08 Juli 2022 di Fave Hotel Bogor. Pertemuan Kordinasi Pelatihan tersebut dihadiri oleh Team FAO-ECTAD Representative dipimpin Luuk Schoonman, DVM, Ph.D, Team dari Direktur Kesehatan Hewan dipimpin oleh Koordinator Kelompok Substansi Pengamatan Penyakit Hewan (P2H) drh Heri Afdhal, Koordinator Kelompok Substansi Kelembagaan dan Sumberdaya Kesehatan Hewan (KSKH) dan Kesehatan Hewan dan Team BBPKH dipimpin oleh Kepala BBPKH Cinagara Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si.

Pada kesempatan tersebut Luuk Schoonman, DVM, Ph.D “Global health security program, Kerjasama FAO Indonesia dan BBPKH Cinagara serta Dirjen PKH mendorong untuk memperkaya kurikulum dan bahan ajar pelatihan pada BBPKH Cinagara dengan cara merevitalisasi kurikulum dan bahan ajar menyesuaikan dengan perkembangan zaman” ungkapnya. Sementara itu drh. Heri Afdhal meneranngkan Kegiatan PELVI sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi petugas di Seluruh Indonesia dalam membantu Pemerintah Menyusun Strategi pengendalian dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Afrikan Swine Fever (ASF), Lumpy Skin Disease (LSD) di Indonesia, maka diperlukan peningkatan kapasitas dan kapabilitas petugas lapangan dalam melakukan deteksi, melaporkan dan merespon penyakit yang ada di daerahnya.

Pertemuan Kordinasi Pelatihan Program Evidemonologi Lapangan Veteriner Indonesia (PELVI) Tingkat Frontline dengan target yang diharapkan adalah Tersusunnya Skema Pelatihan sesuai Tingkatan peserta, Tersusunnya kurikulum pelatihan epidemiologi bagi petugas ditingkat kabupaten/kota dan Tersusunnya modul modul yang menjadi bahan pelatihan. “ Momen yang penting untuk menyusun kurikulum sebagai acuan dalam pelatihan, TOT atau kegiatan lainnya dengan Cinagara, untuk mendukung hal tersebut BBPKH Cinagara perlu menyiapkan sarana dan prasarana pelatihan untuk mendukung kegiatan” ungkap Dr. Wasis Sarjono, S.Pt., M.Si.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed