by

Ini Fakta Terkait Hoaks Korona Virus Selama Sepekan

MARGOPOST.COM |Jakarta – Wabah Novel Corona Virus atau 2019 n-CoV jenis baru yang muncul di Wuhan, Hubei, Tiongkok, namun belum terdeteksi masuk ke Indonesia ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita bohong (disinformasi/hoaks), yang bertujuan meresahkan masyarakat dan membuat panic. Berikut catatan Pusat Informasi Terpadu 2019 n-CoV yang dihimpun dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) selama sepekan terakhir.

1. Klaim Virus Corona untuk Musnahkan Uighur tapi Malah Bocor di Wuhan

Penjelasan :

Beredar situs warta berita yang mengunggah berita yang berjudul, “Terbongkar ! Virus corona untuk memusnahkan Uighur, tapi malah bocor di Wuhan”.

Fakta :

Setelah dilakukan pencarian di google search tidak menghasilkan temuan sesuai dengan klaim yang dimaksud. Tidak ada satupun yang menyebut soal Virus Korona sebagai senjata China yang bocor, apalagi dikaitkan dengan komunitas muslim Uighur.

Selain itu tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan bahwa Virus Corona 2019-nCoV adalah senjata biologis China yang bocor, dicuri dari Kanada dan kemudian dijadikan senjata biologis, atau dugaan bahwa Virus Korona adalah senjata biologis Amerika Serikat. Terlebih, dikaitkan dengan klaim bahwa senjata itu ditujukan untuk etnis Uighur.

Link Counter :

https://www.politifact.com/factchecks/2020/jan/28/blog-posting/websites-spin-conspiracy-theory-about-coronavirus-/

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4172296/cek-fakta-klaim-virus-corona-untuk-musnahkan-uighur-tapi-malah-bocor-di-wuhan-faktanya?medium=Headline&campaign=Headline_click_1

2. Virus Corona Sudah Masuk Dumai

Penjelasan :

Telah beredar postingan di media sosial yang menyebutkan isu adanya Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Tanker asal Hongkong yang positif terkena Virus Corona dan tengah berlabuh di Dermaga PT Pelindo I cabang Kota Dumai.

Fakta :

Setelah ditelusuri, ditemukan fakta bahwa informasi tersebut adalah tidak benar. Hal tersebut dibantah oleh Suprapto selaku Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Kota Dumai. Beliau menegaskan berita terkait adanya ABK kapal asal Hongkong yang terkena Virus Korona merupakan berita bohong atau Hoaks.

Link Counter :

https://www.halloriau.com/read-dumai-125349-2020-02-06-heboh-isu-virus-corona-di-dumai-kkptegaskan-hoaks.html

3. WHO Serukan untuk Isolasi China karena Virus Korona Wuhan

Penjelasan :

Beredar sebuah hasil tangkapan layar berupa artikel dari laman sebuah situs dengan judul “Darurat Corona, WHO Serukan Dunia Isolasi Cina”. Dalam artikelnya juga menyebutkan bahwa Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus juga meminta semua negara tidak membiarkan warganya melakukan perjalanan ke China, termasuk untuk urusan dagang.

Fakta :

Setelah dilakukan penelusuran, berita asli dari informasi tersebut diambil dari media Reuters.com dengan judul “WHO declares China virus outbreak an international emergency”. Dalam berita tersebut tidak ditemukan pernyataan dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus yang meminta negara-negara di dunia untuk mengisolasi China. Sebaliknya, WHO menyatakan bahwa mereka tidak merekomendasikan adanya pembatasan perjalanan ataupun perdagangan dengan China.

Link Counter :

https://cekfakta.tempo.co/fakta/601/fakta-atau-hoaks-benarkah-who-serukan-untuk-isolasi-cinakarena-virus-corona-wuhan

https://www.reuters.com/article/us-china-health-who/who-declares-china-virus-outbreak-an-international-emergency-idUSKBN1ZT2SP

4. Video Kunjungan Xi Jinping Untuk Minta Doa Umat Islam

Penjelasan :

Diunggah sebuah video oleh salah satu akun Facebook, video tersebut memperlihatkan Presiden China Xi Jinping sedang berada di sebuah masjid dan dikelilingi umat muslim. Pada unggahan video dituliskan narasi yang mengklaim bahwa Xi Jinping sedang melakukan kunjungan ke sebuah masjid untuk meminta umat muslim mendoakan negara China yang sedang mengalami krisis akibat virus Korona.

Fakta :

Faktanya setelah ditelusuri diketahui bahwa video tersebut merupakan video lama, tepatnya pada saat kunjungan Xi Jinping ke Masjid Xincheng di Yinchuan, ibu kota Wilayah Otonomi Ningxia Hui pada 19 Juli 2016. Adapun maksud kunjungan tersebut adalah mengajak warga muslim China untuk mempromosikan harmoni sosial dan menolak penyusup agama, dan bukan dalam rangka meminta doa umat muslim China terkait krisis akibat virus Korona sedang terjadi.

Link Counter :

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GNl4DE5N-presiden-xi-jinping-masuk-masjid-dan-minta-doa-umat-islam

https://republika.co.id/berita/oangvg366/kunjungi-masjid-xi-jinping-ajak-muslim-tolak-penyusup-agama

https://www.youtube.com/watch?v=lfzeGMg0Sc4

5. Tim Medis Jepang Berjumlah 1.000 Orang Tiba di Wuhan

Penjelasan :

Telah beredar informasi di media sosial Facebook dengan narasi “Tim medis Jepang berjumlah 1.000 orang tiba di Wuhan”.

Fakta :

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Kedutaan Besar Jepang di Manila membantah klaim soal pengiriman 1.000 tenaga medis Jepang ke Wuhan. Warga Jepang memang menunjukkan solidaritas pada China terkait penyebaran Virus Korona.

Namun, kabar yang menyebut Negeri Sakura mengirim 1.000 tenaga medis ke Wuhan, juga foto yang digunakan, sama sekali tidak benar.

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4172208/cek-fakta-tim-medis-jepang-berjumlah-1000-orang-tiba-di-wuhan-faktanya

6. Akibat Virus Korona Babi Dikubur Hidup-Hidup

Penjelasan :

Beredar di sosial media sebuah unggahan video yang menampilkan babi dan disertai dengan narasi “Telah terjadi pembunuhan massal di China. Akibat dari virus Corona ini. Babi serta unggas di kubur hidup-hidup. Gimana di negeri kita ini… Apakah masih ada yg pelihara babi…???”.

Fakta :

Setelah ditelusuri, video babi yang terdapat pada unggahan tersebut tidak ada hubungannya dengan virus corona. Video tersebut memang benar di China, namun video tersebut adalah video lama yang sudah ada sejak tahun 2018 yakni wabah flu Babi Afrika yang menyebar ke lebih dari setengah provinsi di China. Sebelumnya video yang sama juga pernah dipelintir narasinya pada tahun 2019 “Pemusnahan babi massal di Thailand”.

Link Counter :

https://internasional.kompas.com/read/2018/11/15/16412861/wabah-flu-babi-afrika-kini-jadi-masalah-serius-di-china

https://turnbackhoax.id/2019/02/26/salah-pemusnahan-babi-massal-di-thailand/

https://turnbackhoax.id/2020/02/06/salah-video-akibat-virus-corona-babi-di-kubur-hidup-hidup/

7. Babi Digantung 30 Tahun, Kuliner Ekstrem Terkait Virus Korona

Penjelasan :

Kabar kuliner ekstrem babi yang digantung 30 tahun yang dikaitkan dengan penyebaran virus Corona viral di media sosial. Salah satu artikel berjudul ” Dugaan Penyebaran Virus Corona, Babi Digantung Selama 30 Tahun, Kuliner Ekstrem Harganya Rp 2 Miliar ” menjelaskan bahwa babi yang diawetkan selama puluhan tahun itu merupakan kuliner ekstrem orang China yang dihubung-hubungkan dengan wabah virus Corona yang sedang terjadi saat ini.

Fakta :

Dilansir dari liputan6.com, hingga kini belum ada kesimpulan final soal asal-usul Virus Corona (2019-nCoV). Para ilmuwan masih melakukan riset ilmiah untuk menguak misteri tersebut. Klaim yang mengaitkan kebiasaan makan orang China, termasuk soal babi yang digantung 30 tahun dengan virus Corona yang sedang mewabah sama sekali tidak berdasar.

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4173586/cek-fakta-babi-digantung-30-tahun-kuliner-ekstrem-terkait-virus-corona

8. Ilmuwan Memprediksi Virus Corona 2019-nCoV Bisa Membunuh 65 Juta Manusia

Penjelasan :

Beredar postingan foto di media sosial yang dalam narasinya menyatakan bahwa seorang ilmuwan di John Hopkins Center for Health Security, dalam simulasinya mengatakan virus Korona bisa membunuh 65 juta jiwa dalam 18 bulan apabila berhasil mencapai skala pademi.

Fakta :

Menanggapi kabar yang beredar tersebut, pihak Johns Hopkins Center for Health Security meluruskan pernyataannya bahwa simulasi yang dilakukan ilmuwan dalam ajang Event 201 tidak ada kaitannya dengan wabah Virus Corona 2019-nCoV yang sedang terjadi. Adapun virus corona yang digunakan dalam simulasi tersebut adalah fiksi dan hasilnya bukanlah prediksi.

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4173552/cek-fakta-ilmuwan-memprediksi-virus-corona-2019-ncov-bisa-membunuh-65-juta-manusia

http://www.centerforhealthsecurity.org/newsroom/center-news/2020-01-24-Statement-of-Clarification-Event201.html

Pusat Informasi Terpadu 2019 n-CoV menegaskan bahwa semua informasi terkait perkembangan terbaru penyebaran secara global, hingga penanganan pencegahan di Indonesia, kegiatan dan program pemerintah terkait hal ini sejak Jum’at, 7 Februari 2020 sudah diputuskan untuk terpusat di Situation Room (Sit-Room) Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Komplek Istana Negara, Jakarta.

Plt. Deputi IV Bidang Informasi dan Komunikasi Politik, Juri Ardiantoro, dalam jumpa persnya di Sit-Room, KSP, Jum’at (7/2/2020) menyampaikan sesuai arahan Bapak Presiden dalam Ratas tersebut, KSP dengan berkoordinasi bersama Kementerian, Lembaga dan Instansi terkait, resmi membentuk Pusat Informasi Terpadu 2019 nCoV.

Juri menuturkan, di Pusat Informasi Terpadu 2019 n-CoV ini, berbagai data dikumpulkan terkait perkembangan apa pun mengenai Coronavirus, yang kemudian disajikan dan dilaporkan ke publik dengan bantuan rekan-rekan media./**

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed