by

Gertak PSN 3M Plus Upaya Dinkes Tekan DBD

MARGOPOST.COM  | BOGOR — Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Menguras, Menutup, Memantau dan Menimbun (3M Plus) menjadi upaya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, selama satu bulan ini (Januari 2019) tercatat ada 132 kasus DBD di Kota Bogor yang tiga orang diantaranya meninggal dunia.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilans, Dinkes Kota Bogor, Sari Chandrawati mengatakan, Gertak PSN 3M Plus ini harus dilakukan secara rutin seminggu sekali. Mengingat jentik nyamuk akan berubah menjadi nyamuk dalam waktu tujuh hari. Tak ayal, setiap Jumat Dinkes melakukan pantauan keliling PSN 3M Plus ke setiap Instansi, Sekolah, Puskesmas dan juga tempat umum. Sementara untuk per wilayah dilakukan serentak pada Sabtu/Minggu sesuai keputusan camat.

“Besok kami (Dinkes) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya akan turun langsung melakukan Gertak PSN 3M Plus di Kelurahan Balumbang Jaya,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Bogor Timur, Kamis (31/01/2019).

Program Gertak PSN 3M plus ini menurutnya, memang harus dilakukan secara rutin agar Kota Bogor bebas dari jentik nyamuk. Pasalnya, saat ini angka bebas jentik Kota Bogor baru mencapai 92 persen padahal angka bebas jentik nyamuk tidak boleh kurang dari 95 persen.

“Angka ini kami dapat karena kami selalu melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala ke rumah-rumah, kantor, tempat umum. Nyamuk aedes aegypti ini senang bertelur di tempat-tempat genangan air yang bersih. Seperti wadah air dispenser, di pot-pot tanaman hidroponik, dan di ember-ember yang ada airnya,” jelasnya.

Sari menambahkan, selain melakukan PSN 3M plus masyarakat juga bisa melakukan pencegahan dengan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk. Seperti lavender dan sereh yang ditaruh di setiap ruangan. Serta tidak menggantung pakaian karena nyamuk DBD menyukai aroma keringat manusia.

“Kami juga himbau kalau merasa sakit atau badan tidak enak langsung periksa ke fasilitas kesehatan karena kondisi gejala DBD tidak se-klasik dulu, seperti demam, muncul bintik merah dan pendarahan, kadang ada yang hanya badannya hangat sedikit taunya DBD,” katanya. /ratu

loading...

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed