Bukan Hanya Pilih Pemimpin, Hakekat Pemilu Menentukan Masa Depan Bangsa

JAKARTA | MARGOPOST.COM  – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa hakekat pemilihan umum (pemilu) adalah bukan hanya sekadar memilih pemimpin. Menurutnya, pemilu juga merupakan cara menentukan nasib bangsa selama lima tahun ke depan melalui pemilihan pemimpin.

“Hakekat pemilu itu bukan hanya memilih pemimpin sebenarnya, tapi bagaimana kita menentukan lima tahun ke depan nasib bangsa ini melalui memilih pemimpin. Pemimpin itu hanya instrumen, pelaku, untuk bagaimana mengawal pembangunan nasional lima tahun ke depan itu harus baik,” ujar Menko Polhukam di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Oleh karena itu, Menko Polhukam kembali mengajak masyarakat agar jangan sampai asal-asalan memilih pemimpin. Masyarakat harus tahu dengan jelas siapa dia, track record-nya bagaimana, apa pengalaman dia, dan apa yang telah dilakukan untuk meyakinkan bahwa dia sebagai pemimpin yang dapat diandalkan.

“Tadi saya sudah mencontohkan dengan contoh yang sederhana. Kalau kita mau pariwisata, misalnya, ramai-ramai naik bis, mungkinkah kita memilih supir bis yang tidak pengalaman? Tidak mungkin. Mungkinkah kita menggadaikan keselamatan kita kepada supir bis yang tidak jelas track record-nya? jangan-jangan dia hanya supir bemo yang kemudian dia nyupir bis, pasti kacau. Jangan-jangan dia supir angkot tidak pernah megang bis lalu kita serahkan bis, pasti kacau,” jelasnya.

Selain itu, Menko Polhukam juga mengajak para aparatur sipil negara (ASN), walaupun mereka harus netral, tetapi mereka boleh mencerahkan kepada masyarakat sekitar untuk bagaimana memberikan pemahaman bahwa lima tahun sekali ini adalah pesta demokrasi.

Artinya, pemilu harus dilaksanakan dengan riang gembira, dengan kesadaran bahwa ini kesempatan yang sangat baik untuk rakyat memilih pemimpin yang mengawal negeri ini lima tahun ke depan.

“Ini bukan ajang untuk kita saling membenci antara kontestan satu dengan yang lain, untuk ketemu kemudian cekcok, bahkan berkelahi, itu sudah salah besar. Saya juga menginginkan aparat keamanan tegas saja kalau ada pihak-pihak yang untuk mengomporin, memanas-manasin, dan meng-create terjadinya konflik, tangkap saja karena betul-betul akan mengacau pelaksanaan pemilu,” tegas Menko Polhukam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *