by

BI Ingin Penguatan Rupiah Lebih Smooth

MARGOPOST.COM | JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyatakan rupiah masih berpeluang menguat. Pasalnya, kurs rupiah saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued). Namun, BI menginginkan penguatannya berjalan mulus dan tenang.

“Lebih baik kalau (rupiah) menguatnya lebih smooth (pelan-pelan). Tapi, ruangnya (penguatan) masih dimungkinkan kalau berdasarkan sisi fundamentalnya,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsyah dalam konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Kamis (10/1)

Nanang mengungkapkan BI tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah di pasar keuangan. Jika diperlukan, BI akan berada di pasar dan melakukan intervensi. Di saat bersamaan, BI juga memberikan ruang untuk bergerak sesuai mekanisme pasar.

“Seperti hari ini, rupiah menguat karena mekanismenya pasar cukup likuid. Banyak bank yang bertransaksi yang membuat rupiah menguat karena kondisinya kondusif,” ujarnya.

Menurut Nanang, risiko ekonomi global memberikan sinyal mereda karena ada perkembangan positif dari negosiasi dangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Selain itu, bank sentral AS The Federal Reserves juga telah memberikan sinyal kebijakannya akan lebih dovish dibandingkan tahun lalu. Dalam hal ini, kenaikan suku bunganya tahun ini tidak akan seagresif tahun lalu dan akan lebih fleksibel terhadap kondisi ekonomi.

Namun, ancaman ketidakpastian dari ekspektasi dari perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dunia masih membayangi.

Dari sisi domestik, Nanang meyakinkan perekonomian masih dalam kondisi stabil. Terlebih, rupiah tahun lalu telah melewati level psikologis yang dianggap menakutkan tahun lalu yaitu Rp15 ribu per dolar AS.

“Jadi, menurut saya, kalau kurs rupiah bergerak dari Rp14 ribu ke Rp15 ribu per dolar AS masyarakat sudah terbiasa dengan pergerakan itu,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam perdagangan hari ini, rupiah ditutup menjadi mata uang terkuat nomor dua di Asia setelah renminbi China.

Di pasar spot, nilai tukar rupiah hari ini berada di posisi Rp14.050 per dolar AS. Level tersebut menguat 75 poin atau 0,53 persen dari Rabu (9/1) di posisi Rp14.125 per dolar AS.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.093 per dolar AS atau menguat dari kemarin sore di Rp14.120 per dolar AS.

Rupiah menjadi mata uang terkuat nomor dua di Asia setelah renminbi China yang menguat 0,55 persen. Kemudian, diikuti ringgit Malaysia yang menguat 0,46 persen dan won Korea Selatan 0,33 persen.//cnnindonesia/ratu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed