by

BBPKH Cinagara Berkiprah Dalam Pelatihan Lintas Sektoral Atasi Ancaman Pandemi

MARGOPOST.COM | Bogor – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) meluncurkan Pelatihan Investigasi Kejadian Luar Biasa (KLB)/Wabah Terpadu dengan Pendekatan One Health bagi Petugas Epidemiologi Lapangan di kantor Kemenko PMK hari Selasa, 14 Mei 2019 di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Kemenko PMK mendukung pelaksanaan pelatihan investigasi ini yang dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Kementerian Pertanian, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto, Kementerian Kesehatan, Badan PPSDM Kementerian Kesehatan dan sepenuhnya didukung oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kulon Progo – DIY dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).


“Pertemuan dalam rangka peluncuran pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenkes, Kementan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kemendagri, KLHK dan Kehutanan, BNPB, Pemda dan Internasional Partners antara lain FAO, WHO, PREDICT, USAID, dan PnR. Pertemuan dibuka oleh perwakilan dari INDOHUN yaitu Prof Agus Suwandono, yang selanjutnya diadakan siaran pers dan webinar yang link live streamingnya di https://youtu.be/djN5X2K34m0. Pelatihan ini menggunakan metode campuran yang menggabungkan metode belajar tatap muka di kelas, praktek lapangan, dan pembelajaran jarak jauh melalui platform e-learning,” ujar drh. Dwi Windiana, Perwakilan dari BBPKH, Rabu (15/05/2019).
“Sejauh ini Pemerintah Indonesia telah menetapkan 5 (lima) penyakit prioritas berpotensi wabah, yaitu Rabies, Flu Burung, Leptospirosis, Bruselosis dan Antraks. Penyakit-penyakit tersebut menelan korban jiwa serta kerugian ekonomi yang sangat besar nilainya setiap tahun. Diharapkan melalui pelatihan terpadu investigasi wabah ini akan memperkuat respons terhadap wabah penyakit di tingkat kabupaten/kota, khususnya bagi Indonesia yang menerapkan sistem pemerintahan desentralisasi. Pada akhirnya, pelatihan ini akan memperkuat kesiapsiagaan Indonesia terhadap wabah penyakit zoonosis,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed